PENGALAMAN MENGIKUTI OSN GURU KIMIA – SMA TKT PROPINSI JAMBi JUNI 2013

Sebuah pengalaman mengikuti tes OSN Guru Tkt Propinsi, semoga bisa membawa hikmah dan memberi wawasan bagi guru yang akan mengikuti tes OSN Guru khususnya bidang Kimia jenjang SMA.  
Image
Kelihatannya trend olimpiade sudah merambah diawali dari olimpiade olahraga hingga sains bahkan hampir untuk semua bidang studi termasuk bahasa Indonesia, dan social science.Ditinjau dari pesertanya, OSN tidak saja diikuti siswa mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK namun juga diikuti oleh guru bidang studi yang diampunya mulai dari guru SD, SMP, SMA, dan SMK.   Whatever! yang penting jika diambil hikmahnya maka tes seleksi OSN Guru itu adalah kegiatan/event yang dapat kita jadikan sarana mengevaluasi kemampuan menguasahi materi dan pedagogi yaitu aspek kompetensi profesionalisme  dan pedagogi guru sesuai UU Guru dan Dosen 14/2005. Bagaimanapun juga guru haruslah insan pembelajar.  Belajar sepanjang hayat. Tak dibatasi usia dan waktu.  Guru harus terus belajar dan belajar.  Inilah salah satu kesempatan bagi guru untuk belajar.

Baiklah saya ceritakan sedikit pengalaman pada saat tes seleksi OSN Guru tingkat Propinsi pada tanggal 26 Juli 2013.

Pelaksanaan OSN Guru Tingkat propinsi yang diselengggarakan serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 26 Juni 2013 tentunya diwarnai anekaragam persiapan masing-masing peserta di tiap propinsi. Dibandingkan peserta dari Pulau Jawa, sebagian besar peserta di Propinsi Jambi, tidak melaksanakan tes tingkat kota. Bahkan sehari sebelum pelaksanaan tes, guru ybs baru ditunjuk dan diberitahu oleh dinas pendidikan kab/kota.  Dengan berbekal sistem SKS, keesokan harinya guru harus menjalani tes.   Sosialisasi tentang OSN Guru sendiri baik tentang silabus materi, bentuk tes, sistem seleksi dari pusat, sering sekali tidak disampaikan oleh pihak terkait.  Sebagian besar guru hanya menjalani tes tanpa tahu sedikitpun tahu seluk-beluk tentang OSN guru apalagi bahan-bahan apa yang harus dipersiapkan.

Mengapa guru perlu persiapan yang baik sebelum menjalani tes?

Menjalani tes, bagi seorang guru itu ternyata TIDAK MUDAH. Walaupun dalam pekerjaan kesehariannya  guru memang mengajar, kenyataannya ketika guru menjalani tes, tidak semudah guru mengajar di depan kelas maupun membimbing siswa secara individual dalam menyelesaikan soal-soal yang sedang dihadapi siswa.  Keadaan ini berlaku baik bagi guru senior yang sudah bertahun-tahun mengajar maupun bagi guru junior yang fresh graduated.  Keadaan bisa lebih parah bagi guru-guru yang model mengajarnya hanya melempar tugas kepada siswa untuk dikerjakan lalu mencocokkan jawaban akhirnya saja tanpa menganalisis dan membahas soal tsb hingga detil, apalagi membuat pertanyaan-pertanyaan mengapa menjawab begini dan mengapa tidak sesuai menggunakan langkah jawaban itu, dst.  Oleh karena itu sebaiknya peserta mengenal dan berlatih terlebih dahulu contoh-contoh soal tes seleksi OSN guru.

Hingga tulisan ini diupload, saya belum menemukan contoh-contoh soal OSN Guru Kimia yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2012, kendati sudah search sana-sini menggunakan mesin Google. Tidak seperti soal – soal OSN bagi siswa, soal OSN guru ini kelihatannya tidak disebarluaskan/disosialisasikan agar dapat dipelajari calon peserta.  Bahkan selesai tes seleksi, soal ditarik kembali dan dibawa pulang kembali ke Jakarta oleh petugas dari pusat.  Tentu saja  seleksi dengan level olimpiade mempunyai tingkat kesulitan jauh lebih tinggi dibandingkan soal-soal yang sering disajikan guru di kelas.  Oleh karena itu guru perlu jam terbang bagai seorang pilot.  Cara take off, cara landing, menghadapi turbulen, atau cara apapun seorang pilot membawa selamat para penumpangnya ditentukan oleh jam terbangnya. Kemampuan guru dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade yang sering bersifat “unusual” ditentukan oleh jam terbang atau seringnya guru berlatih pribadi dengan berbagai jenis atau variasi soal. Memang soal-soal olimpiade kimia 2013 yang baru saja dilaksanakan tergolong soal yang kelihatannya mudah namun menjebak karena memerlukan analisis yang cukup teliti.  Soal pedagogi sebanyak 10 butir ditambah soal kimia 40 butir sehingga totalnya ada 50 butir harus dikerjakan dalam waktu 2,5 jam saja.  Apalagi langkah kerja dalam mengerjakan soal tidak diikutsertakan.  Jadi guru hanya menuliskan jawaban akhirnya saja.  Di sini perlu ketelitian menghitung.  Jika salah hitung karena terburu waktu atau karena “agak panik” maka hasilnya akan berbeda dengan yang diminta kunci jawaban.  Padahal bisa saja peserta menjawab dengan langkah yang benar namun sayangnya, setiap langkah tidak diberi point.  Saya sempat berpikir, bagaimana jika ada peserta yang bekerja sama bahkan membuka internet (mengingat posisi tempat duduk peserta kurang kondusif) apalagi pengawasan kurang terjaga. Kelihatannya guru kok masih perlu diawasi???  Apakah hanya dengan menilai jawaban akhir, juri dapat memilih peserta yang lolos secara obyektif???  Di sini perlunya langkah pengerjaan tiap soal.  Cara pengerjaan soal membuktikan penguasaan materi dalam menyelesaikan butir soal tsb.

Kembali pada masalah waktu pengerjaan soal tadi.  Kendati sudah dibantu kalkulator, ternyata waktu masih dirasa minim karena tidak sempat mengulangi lagi hitungan yang telah dikerjakan.  Dari 40 soal kimia, semua materi baik dari kelas 10, 11, dan 12 keluar secara merata bahkan ada soal-soal di luar silabus KTSP.  Bagaimana jika peserta hanya mengajar salah satu jenjang kelas saja? Kelas 10 saja? kelas 11 atau kelas 12 saja?  Menurut saya soal-soal kimia pada seleksi osn guru 2013 ini memerlukan penalaran dan wawasan teoretis kimia di atas pemahaman materi KTSP.  Bagaimanapun juga peserta perlu berlatih soal-soal terlebih dahulu dengan tingkat kesulitan di atas rata-rata.

Ditinjau dari tingkat kesiapan para peserta, tidak heran jika peserta OSN Guru yang lolos ke Tkt Nasional berdasarkan SK Penetapan Peserta OSN Guru Tkt Nasional 2013 di Bandung September mendatang yaitu Nomor : 13810/J2/KP/2013, sebagian besar didominasi oleh peserta dari Pulau Jawa.

Kendati demikian, puji syukur kepada Tuhan YME, dari propinsi Jambi lolos dua orang bidang Kimia jenjang SMA salah satunya adalah penulis sendiri,Elizabeth Tjahjadarmawan, S.Si, M.Pd dari SMA Xaverius 1 Jambi.Suatu perjuangan yang tidak mudah, meskipun penulis sudah sering membimbing siswa-siswi peserta OSN Nasional bidang kimia dari SMA Xaverius 1 Jambi hingga memeroleh medali di tingkat Nasional dari tahun 2005 hingga 2012, namun kenyataannya, menyelesaikan soal-soal tes dengan sempurna adalah usaha yang keras.  Penguasaan materi mutlak perlu.  Investasi waktu bagi seorang guru dengan seabrek kegiatan, tidaklah mudah.  Semoga Perjuangan di tkt nasional membuahkan hasil.

Akhirnya saya ucapkan selamat bagi para peserta OSN Guru Tkt Nasional 2013 yang telah lolos dan selamat berlomba.  Go get gold medal !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s